Jumat, 17 Oktober 2014
Rabu, 01 Oktober 2014
Mendesain Struktur Flash
Struktunya bagaimana ?
Pada
struktur program flash, untuk mendesain struktur yang baik untuk program yang
akan kita buat itu susah-susah gampang, butuh pengalaman yang cukup untuk bisa
memperkirakan bentuk struktur flash yang cocok untuk aplikasi yang akan dibuat.
Saat saya
mendesain aplikasi untuk pembelajaran interaktif milik HM, saya memakan banyak
waktu untuk bisa menentukan bentuk struktur aplikasi yang cocok, tapi tidak
terlepas dari pengalaman saya yang sangat kurang untuk menentukan struktur
program menjadi faktor penghambat yang sangat besar pula untuk mendesain
strukturnya.
Kali ini
saya akan membagi pengalaman saya mengenai bagaimana membuat struktur yang baik
(menurut saya), karena struktur itu tidak terlepas dari bentuk aplikasi yang
akan dibuat, karena berhubung aplikasi yang saya kerjakan mirip-mirip dengan
slide seperti Power Point, maka bentuknya akan lebih terstruktur.
Struktur awal
Untuk
struktur awal, saya sudah berimajinasi terlebih dahulu bagaimana bentuk dalam
flash yang akan saya buat, setelah sekian lama berimajinasi saya coba dengan
struktur yang seperti ini.
Struktur diatas adalah ide pertama saya setelah
berimajinasi, ya saya coba untuk membagi semua bagian slide menjadi terpisah
antara 1 scene dengan scene yang lain, karena saat itu saya beramsumsi dengan
memisah bagian menjadi scene yang terpisah maka hasilnya adalah jika terjadi
masalah pada satu bagian tidak akan mempengaruhi bagian yang lain, karena scene
yang terkait terpisah satu sama lain.
Dan ternyata
asumsi saya itu sangatlah keliru, kenapa menjadi keliru, karena ketika saya
ingin membuat bagian yang baru pada suatu scene saya akan sangat kerepotan
memindahkan button yang sudah dibuat pada bagian scene sebelumnya, belum lagi
tata letak yang tentunya harus disamakan. Selain kerepotan dengan posisi button
ternyata hal itu juga mempengaruhi ukuran dari file yang dihasilkan, saya baru
sadar Struktur 1 yang saya buat (baru 30%) ukurannya sudah mencapai 6 MB lebih,
sedangkan struktur 2 yang sudah saya buat hampir 100% ukurannya hanya sebesar
4,3 MB. Sungguh fantastis kan.
Struktur Jadi
Untuk bisa
membandingkan struktur awal dan jadi bisa dilihat dari gambar struktur jadi
dibawah ini.
Untuk bisa
lebih fokus mencaari perbedaan antara struktur awal dengan struktur jadi bisa
difokuskan pada bagian Scene dan Timeline yang dibuat, dan perlu dicatat lagi,
struktur jadi adalah struktur yang sudah selesai hampir 100% dan terlihat lebih
rapi ketimbang struktur awal, bahkan bisa dibayangkan jika setiap bagian
dijadikan terpisah antara scene satu dengan scene yang lain, sungguh sangat
merepotkan.
Saat
perancangan Strutur untuk aplikasi yang dibuat di Flash tentu tidak hanya
memerlukan imajinasi saja untuk menentukan struktur yang akan dibuat, tapi
pengalaman saat membuat rancangan pada Flash merupakan modal yang sangat
berharga, sebenarnya struktur awal masih berubah-rubah hingga pada akhirnya
ketika saya menyadari fungsi dari Scene dan juga frame yang ada pada Flash
begitu pula dengan keterikatan dengan ActionScript 3.0 antara scene yang satu
dengan yang lain, maka jadilah Struktur Jadi. Jadi proses untuk menjadi
Struktur Jadi tidak serta merta simsalabim lalu jadi, tapi banyak pertimbangan
dari banyaknya kekeliruan yang saya buat saat perancangan.
Adapun
sedikit tips yang ingin saya bagikan mengenai struktur pada Flash ini, agar
struktur yang dihasilkan dapat lebih mudah dibuat dan dimengerti
- Pelajari terlebih dahulu alur aplikasi yang akan dibuat.Alur disini dimaksudkan untuk berimajinasi mengenai aplikasi yang akan dibuat pada flash, mana bagian sebelum dan sesudah adalah modal pokok untuk berimajinasi, jika sudah terbayang bentuk alur nya maka langkah selanjutnya.
- Usahakan menggunakan satu scene dan manfaatkan frame yang ada.Untuk membuat aplikasi flash semacam bentuk power point, maka point kedua ini sangatlah penting, karena saat membuat aplikasi dalam satu scene yang sama, maka untuk mengatur keterkaitan antara frame yang satu dengan yang lain lebih mudah terlebih saat menggunakan perintah gotoAndStop().
- Manfaatkan objek yang statisMaksud dari point 3 ini adalah, manfaatkan objek yang tidak berubah sama sekali, sebagai contoh objek yang statis pada aplikasi yang saya buat adalah button dan juga background, maka saya manfaatkan itu untuk tidak mensalin ulang objek yang sama pada frame yang bebeda, selain menghemat ukuran file yang akan dihasilkan, juga akan mempermudah pemberian Action, sehingga tidak perlu lagi memberikan action yang sama pada frame yang berbeda.
- Coba lagi, pantang menyerah.Point ke empat ini adalah jurus jitu agar bisa lebih memahami struktur dari aplikasi flash yang akan dibuat, dengan semakin banyak kekeliruan yang dibuat, maka secara otomatis semakin banyak pula informasi yang didapatkan agar struktur aplikasi yang dibuat bisa lebih efisien dan mudah untuk di modifikasi ulang (jika perlu).
Kesimpulan
Khusus
untuk penentuan struktur pada aplikasi flash, pengetahuan dalam mengolah
aplikasi flash tentu sangat berpengaruh besar pada struktur yang akan dibuat,
struktur yang saya buat untuk pembelajaran interaktif ini adalah baru struktur
yang sangat sederhana dan dengan teknik yang sangat manual, tentu akan terlihat
kemampuan saya masih sangat jauh untuk bisa menjadi profesional, saya tidak
ingin berkecil hati, karena dengan masih adanya kesempatan untuk belajar, tentu
bukan hal yang mustahil saya bisa menguasai flash ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

